Candala

Teruntuk aku yang telah rimpuh
Yang haus akan harsa dalam perjalananku
Buana indah ini tampaknya telah mempermainkan hidupku puanku
Mayapada ini terlihat maya
Beribu detik kulewati
Sajak kehidupan masih saja sembunyi dariku

Sudah cukup kurasa
Aku sudah tak cukup kuat kemudikan bahtera hidupku lagi
Hingga di pelosok langit malam
Kau indah dengan gemerlap lintangmu
Dipandang, dipuji
Oleh makhluk nista sepertiku

Ketika semua terasa gamang
Hingga genta dengan tunduknya berbunyi oleh sang bayu
Itulah aku saat melangkah pergi
Dengan penderitaan yang kupinang
Dengan kenistaan yang kubanggakan
Karena akulah candala dunia

Komentar