Tai
Persetan,
Cinta
tai kucing yang aku rasa
Menggila
tertanam luka dalam hati
Kata
manis seolah candu
Dibuat
menangis berakhir rindu
Sayang,
Sangat
sayang aku tertawa mendengar
Mengaku
sayang namun miris kau menghilang
Pergilah,
jika itu maumu
Permainannya
selesai
Hasilnya?
Kau pergi akupun tahu diri
Perasaanku
sudah mati dua kali
Tak
ada salah tak ada benar
Kita
hanya dua orang yang sedang kalah
Kau
lelah, padahal aku belum menyerah
Jawaban
“iya” dariku rasanya masih tersangkut di ujung lidah
Apa
begitu terlambat untuk aku ucapkan Tuan?
Ketika
Ia sudah berbalik arah
Payah
Kau
marah, kesal, membentak
Memberi
kebohongan, seolah menutupi banyak hal
Kau
jadikan aku orang buta, entah jalan mana yang harus dipercaya
Kebenaran
yang kucari, namun salah yang terlihat di matamu
Pergimu
seolah tak sudi untuk melihatku lagi
Meninggalkanku
dengan emosi seakan hina yang kau tinggalkan
Aku
ditinggal, oleh dia si pemilik mata teduh
Yang
telah sempat membuatku jatuh cinta
Namun
hanya jatuh yang kurasa
Dan
sisanya?
Tai
Komentar
Posting Komentar