Rasaku Tak Berujung ~ Bagian 1 (Kalah Telak)





Namaku Viyan, mungkin aku adalah salah satu cewek di dunia ini yang belum pernah punya pengalaman tentang pacaran sampai di usia 20 tahun ini. Bagi kebanyakan orang mungkin berpikir betapa ngenes-nya diriku ini. Aku saat ini kuliah di jurusan Keperawatan dan baru menginjak semester 4. Aku sering berpikir yang aneh tentang diriku, hingga suatu hari aku berpikir “aku tak terlalu jelek, aku cewek yang cukup manis, tapi mengapa sama sekali tak ada cowok yang melirikku? Atau mungkin mereka hanya menyukaiku dalam diam dan tak berani untuk mengungkapkannya?” ahhh pikiranku tiba-tiba pecah karena datangnya si Via. Via adalah temanku dari awal mendaftar kuliah, pertemanan kami memang sudah cukup lama, tapi entah aku rasa aku belum berada di tahap sahabat dengan Via. Kita selalu bersama, dan satu hal yg unik yaitu kita mempunyai nama yang hampir sama. Namaku Viyan Dayuningtyas sedangkan nama lengkap Via adalah Via Dayuningtyas. Aku tak tau mengapa nama kita sebegitu miripnya hingga banyak orang yang membanding-bandingkanku dengannya, padahal aku sangat membenci hal yang dibanding-bandingkan.
Via adalah mahasiswi yang terkenal di kalangan cowok-cowok, terlebih lagi di kalangan kakak tingkat. Wajar saja, Via yang memang lebih cantik dariku, lebih putih dariku, dengan rambut panjangnya yang lurus, dengan sifatnya yang ayu, dengan matanya yang bulat, dengan senyum manis, gigi gingsul dan lesung pipinya, dengan style-nya yang kece nan keren, dan banyak hal lagi melebihi diriku, sudah menjadi hal yang wajar sehingga orang-orang langsung terpesona melihat sisi sempurnanya Via. Sangatlah berbeda dengan diriku, aku berusaha membuat diriku dikenal oleh orang banyak dengan menjadi aktivis di kampus, dengan mengikuti berbagai organisasi. Aku sadar bahwa aku memang tak sesempurna Via, tapi aku manis dan aku bukanlah cewek yang jelek-jelek sangat.
Suatu hari saat aku sedang menyelesaikan tugas di tamnet (taman internet) sendiri tapa ditemani Via. Aku melihat Deva. Dia cowok yang aku suka dari dulu, dari masa-masa ospek saat maba. Aku menyukai Deva karena dia adalah cowok yang intelek menurutku. Dia tidak terlalu tampan, tapi manis. Gayanya biasa saja dan tidak keren, tapi mataku melihatnya keren dengan kacamatanya. Dia adalah cowok yang berprestasi dikampus. Sore itu, dia tiba-tiba menghampiriku. “Hai” sapanya saat itu. Ini pertama kalinya dia membuka basa-basi denganku, karena memang aku tidak terlalu akrab dengannya. Deva kuliah jurusan Ilmu Hukum, aku kenal dia saat maba karena kita satu gugus saat itu dan pertemanan kita hanya sebatas teman yang sekadar tahu nama saja, iya hanya sebatas itu.
Aku membalas balik sapaannya. Jujur saat itu aku gugup tapi aku berusaha untuk menjawab santai. “Oh heyy, tumben lihat kamu Dev” balasku sambil jari-jariku yang masih mengetik di keyboard.
“Lagi buat apa nih?” dia mencoba memulai percakapan dengan melempar senyum manisnya padaku.
“Emm... oh aku hanya sedang menyelesaikan tugas-tugas sialan ini hehe, banyak banget” balasku dengan sedikit salah tingkah.
“Wahh calon ibu perawat nihh”. Candanya.
“Ah bisa aja si calon jaksa”. Balasku hingga membuatnya tertawa kecil.
            Kita bercakap santai dan cukup lama saat itu karena sore itu hujan tiba-tiba saja turun jadi kita terjebak hujan dan menghabiskan waktu di tamnet menunggu hujan yang mereda. Aku meresa selangkah lebih dekat dengannya, yang kini kutahu ternyata Deva orang yang ramah dengan pemikiran yang luas hingga pantas saja setiap orang yang ngobrol dengannya pun terasa nyambung.
            Namun ada hal yang tak kusuka diantara semua isi percakapan aku dengannya saat itu. Dia bertanya tentang Via. Iya, Via temanku yang teramat perfect itu. Deva kenal Via pun sama kenal karena satu gugus dulunya saat masa maba. Dia bertanya bagaimana kabarnya, bertanya banyak hal tentang Via dan dipenghujungnya Deva bertanya tentang status Via apa sudah punya cowok atau belum. Wajahku mulai runyam saat mencoba menjawab semua pertanyaannya yang menyangkut Via. Karena disaat cowok mencari tahu informasi hingga bertanya tentang status dari cewek itu, bukankah itu artinya ada rasa suka?




Komentar